catharanthusroseusws700

Apotik Hidup Indonesia

Tanaman Obat-Obatan (Seri B)

Beluntas (Pluchea indica L.)

Tanaman beluntas termasuk famili Compositae, yang bersinonim dengan tanaman Baccharis indica L. Di daerah, tanaman ini sering dinamakan Beluntas (Melayu), Luntas (Jawa), Baruntas (Sunda), Baluntas (Madura), Lamutasa (Makasar) dan Lenaboui (Timor Leste).

Botani

Tanaman beluntas tumbuh tegak, dapat memiliki ketinggian sampai 3 meter bahkan bisa lebih, mempunyai percabangan batang yang banyak dan mempunyai rusuk yang halus dengan bulu lembut di sekitar batang. Daun Beluntas mempunyai tangkai yang pendek, letak daun berselang seling dengan lainnya, bentuk daun bundar telur sungsang, ujung daun berbentuk bundar melancip dan pinggir daun bergerigi dengan warna hijau terang. Bunga tanaman beluntas keluar dari ujung cabang di ketiak daun yang berbentuk bunga bonggol, dengan bergagang (duduk) berwarna ungu. Buah beluntas termasuk langka, agak berbentuk garsing dengan warna bunga coklat seperti suduk buah berwarna putih dan polos.

Kegunaan

a. Gangguan pencernaan pada anak-anak
Ambil daun beluntas dan campurkan pada bubur saring/nasi tim.
b. TBC kelenjar leher
Ekstrak batang dan daun beluntas, ekstra gelatin dari kulit sapi, Laminaria japonica (rumput laut), bahan-bahan ini ditim sampai lumat, hasil dari itu dapat dimakan.
c. Nyeri rheumatik
Ambil 15 gram akan beluntas, kemudian direbus, airnya dapat diminumkan.
d. Menghilangkan bau badan
Dapat dimanfaatkan sebagai lalap.
e. Peluruh keringat, menurunkan panas
Daun beluntas direbus atau diseduh sebagai teh, hasil dari seduhan dapat diminumkan.

Cocor Bebek (Kalanchoe pinnata L.)

Tanaman cocor bebek (Kalanchoe pinnata L.) termasuk dalam famili Crassulaceae merupakan tanaman terna tegak yang berasal dari Madagaskar. Umumnya tanaman ini bisa ditemukan di tanah pekarangan, yang digunakan sebagai tanaman hias, karena memiliki bentuk bunga yang unik dan bagus. Tanaman ini dikenal juga dengan nama sosor bebek, buntiris, dan ancar bebek, bahkan di beberapa daerah tertentu tanaman ini disebut juga daun sejuk karena memiliki daun yang tebal.

Botani

Cocor bebek merupakan tanaman sukulen yang mempunyai daun berdaging, daun-daun bertangkai pada batang yang berpasang-pasangan. Setiap pasangan daun membentuk sudut siku-siku dengan pasangan daun di bawahnya. Bunganya berentuk bintang kecil dengan rangkaian bunga terbentuk pada tangkai dekat puncak tanaman yang bisa bertahan 2-3 bulan. Rangkaian bunga cocor bebek sangat kontras dengan daun yang berwarna hijau mulus.

Kegunaan

Daun cocor bebek mengandung banyak air yang dipergunakan unuk obat luar seperti kompres sakit panas, pedih, bengkak dan sakit linu atau pegal. Caranya: Ambil daun cocor bebek, ditambah adas pulosari secukupnya. kemudian bahan tersebut digodok sehingga menghasilkan ampas. Hasil dari ampas dapat digosokkan pada seluruh badan.

Cincau (Cyclea barbata Miers)

Tanaman cincau (Cyclea barbata Miers) termasuk dalam famili Menispermaceae yang berasal dari Asia Tenggara. Cincau termasuk tumbuhan herba yang merambat, tumbuh liar disemak belukar atau pinggiran hutan ditempat terbuka. Di pulau Jawa, cincau sudah sejak lama dikenal masyarakat petani sebagai tumbuhan yang berguna karena daunnya dapat dibuatkan menjadi agar-agar cincau yang enak rasanya. Disamping itu, tanaman ini dikenal sebagai tumbuhan obat yang dapat mengobati sakit perut dan demam. Nama lokal cincau adalah camcauh (Sunda), juju, tarawulu dan kepleng (Jawa).

Botani

Batang tanaman ini berduri dan mempunyai panjang 2 meter bahkan sampai 16 meter. Daunnya berbentuk perisai, tetapi rata serta bergerigi atau berombak dan bagian permukaan bawah daun berbulu. Bunganya berwarna kuning kehijau-hijauan, sedangkan buahnya berupa buah batu yang berwarna merah. Bijinya keras dan berbentuk bulat telur.

Komposisi Kandungan Kimia

Menurut penelitian, tumbuhan ini mengandung zat sejenis karbohidrat yang mampu menyerap air, sehingga daunnya menjadi padat. Apabila segenggam daun cincau diremas-remas dalam satu rantang air, akan diperoleh cincau berupa agar-agar seperti yang dijual dipasar-pasar. Selain mengandung karbohidrat, cincau mengandung sedikit cycleine, sejenis alkaloid yang belum banyak diteliti seperti kardioplegileum, tentradine, isotentradine dan dimetil tetradine.

Kegunaan

a. Mengobati demam
Ambil rimpang cincau, bersihkan dengan air, lalu iris sampai halus kemudian direbus dengan air. Hasil air rebusan dapat diminum 2 kali sehari.
b. Mengobati sakit perut dan tekanan darah tinggi
Ambil daun cincau beberapa lembar, remas-remas dengan air sampai menghasilkan air berwarna hijau, biarkan semalam sehingga menjadi seperti agar-agar dan keesokan darinya dapat diminum bersama dengan gula jawa (dapat diminum 2 kali sehari).

Tapak Dara (Catharanthus roseus L.)

Tanaman tapak dara (Catharanthus roseus L.) termasuk dalam famili Apocynaceae, dikenal sebagai tanaman hias disebut Soldatenbloem, karena ditanam tumbuh serempak seperti barisan serdadu. Tanaman ini berasal dari Amerika Tengah. Dahulu daun tanaman ini pernah populer untuk mengobati tumor karena mengandung vinblastin sejenis alkaloid yang anti neoplastik (mampu menumpas sel-sel tumor). Namun, sekarang obat ini jarang dibuat karena kurang manjur. Dari hasil penelitian, ternyata tapak dara juga mengandung vindolin, sejenis alkaloid lain yang dapat dimanfaatkan sebagai obat untuk anti diabetes. Nama lokal tapak dara antara lain rutu-rutu dan rumput jalang (Sumatera), kembang sari cina, kembang serdadu, kembang tembaga, paku rane, dan tapak doro (Jawa), sindapari (Sulawesi) dan Usia (Maluku).

Botani

Tanaman tapak dara berupa terna berbatang lunak yang berasal dari Amerika Tengah, hidup menahun, tinggi 20-80 cm, daunnya berbentuk bulat telur memanjang yang tersusun berhadap-hadapan pada batang itu. Di ketiak daun inilah muncul bunganya yang bisa berwarna merah ros atau putih. Bunganya berbentuk teropmet berwarna merah muda seperti ros, warna merah tua dibagian tengah, putih dan kuning muda ditengah tau putih dengan merah ditengah.

Komposisi Kandungan Kimia

Tapak dara mengandung vinblastin yang dapat digunakan untuk obat moderen dan tradisional untuk penyembuhan penyakit tumor, menurunkan tekanan darah dan juga dapat mengobati gula darah. Akar, batang, daun dan biji tanaman ini mengandung lebih dari 70 macam alkaloid, termasuk 28 bi-indole alkaloid. Komponen ini obat anti kanker, menurunkan kadar gula darah, menurunkan hipertensi dan kencing manis.

Kegunaan

a. Mengobati luka bakar (pemakaian luar)
Ambil daun segar tapak dara ditambah beras, kemudian ditumbuk halus sampai seperti bubur. Hasilnya dapat ditempelkan pada bagian yang sakit.
b. Mengobati diabetes
Ambil segenggam daun tapak dara kemudian direbus dalam 3 gelas air, didihkan dan biarkan sampai airnya tinggal 2 gelas. Hasil rebusan tersebut dapat diminum 3 kali sehari.

Mangkokan (Nothopanax scutellarium)

Tanaman mangkokan (Nothopanax scutellarium) merupakan tanaman yang sudah cukup lama dikenal di Indonesia. Selain mudah ditanam dan tidak membutuhkan banyak perhatian dalam pertumbuhannya, mangkokan juga memiliki banyak manfaat. Mangkokan ditanam sebagai tanaman pagar di halaman rumah, dimanfaatkan sebagai sayuran dan sebagai tanaman obat tradisional.

Botani

Tanaman mangkokan memiliki batang yang kecil serta dapat mencapai ketinggian 1.5m, batang berwarna cokelat. Daun berwarna hijau tua, berbentuk bulat (seperti mangkok) dan bagian tulang daun bergaris-garis dan lebih menonjol keluar. Daun tanaman ini berbentuk bulat dengan pinggir daun bergerigi.

Kegunaan

a. Daun yang muda bisa digunakan untuk sayuran atau lalap dan dapat pula untuk campuran gado-gado.
b. Salah saru bahan ramuan untuk pembuatan minyak cem-ceman yang digunakan untuk kesehatan rambut.
Ambil satu genggam daun mangkokan yang masih muda, kemudian dicuci lalu ditumbuk sampai halus. Setelah itu, diremas dengan air masak dua gelas. Beberapa menit kemudian, hasil perasan dapat disaring dan digosokkan secara merata ke kepala satu kali sehari.

Jarak (Ricinus communis Linn.)

Tanaman jarak (Ricinus communis Linn.) merupakan tanaman liar yang tumbuh di hutan yang sudah cukup lama dikenal orang, tumbuh terutama di tanah kosong, pesisir pantai atau ditanam sebagai komoditi perkebunan. Tanaman jarak termasuk tanaman yang tumbuhnya sangat cepat dan kegunaannya juga telah lama diketahui baik sebagai bahan dasar obat-obatan, kosmetik, minyak dan lain-lain.

Tanaman jarak termasuk dalam famili Euphorbiaceae yang bersinonim dengan Ricinus inermis et lividus Jacq, Ricinus speciosus Burm, Ricinus viridis Wild dan Croton spinose L. Nama lokal tanaman ini adalah gloah (Gayo), lulang (Batak Karo), dulung (Batak Toba), jarak (Melayu), kalikih alang (Sumbar), Jareq (Lampung), dulung jai, lana-lana, lafandru dan jarak (Jawa), jarak, jarak jitan dan kaliki (Sunda) kaleke (Madura), kaleke beritah (Kangean), malasai (Mangondow), kalalei (Tonsaw), alale (Gorontalo), kolonyan, kohongiang, karangeaan, saruangai, kilaloi, kilale, tilalongi dan jarak (Bali), tetanga (Bima), luluk (Roti), lolo (Sawu), paku penuai (Timor Leste), paku plumeh, pakuton, ketowang dan balacai tamekot (Halmahera), balacai (ternate), balacai kadato, balacai dasawala, balacai jasawala, balacai roriha, balacai hohori dan lunturbal.

Botani

Tanaman jarak termasuk tanaman setahun (bianual), memiliki batang bulat licin, berongga, berbuku-buku jelas dengan tanda bekas tangkai daun yang lepas, warna hijau bersemburat merah tengguli. Berdaun tunggal yang tumbuh berselang-seling, bentuk daun bulat dengan diameter 10-40cm, bercangap menjari 7-9 ujung daun runcing, begian tepi daun bergerigi, warna daun dibagian permukaan atas hijau muda, sedang permukaan bawah daun berwarna hijau muda tetapi aga juga varietas jarak yang berwarna merah. Tangkai daunnya panjang berwarna merah tengguli, daun bertulang menjari. Tanaman jarak tergolong tanaman berbunga majemuk yang berwarna kuning orange dan termasuk berkelamin satu, sehingga dalam pembunggan jarak diperlukan bantuan dari luar seperti manusia dan serangga. Buahnya bulat yang berkumpul di dalam tandan, berbentuk berupa buah kendaga, dengan mempunyai duri-duri yang lunak dengan warna hijau muda dan berambut merah.

Komposisi Kandungan Kimia

Daun jarak mengandung kaemferol-3-rutinoside, nicotiflorin, isoquercitrin, ritin, kaempfenol, quercetin, astragalin, reynoutrin, ricinine, vitamin C 275 mg %. Biji jarak mengandung minyak ricinic 40-50% dengan kandungan gliserida dari asam ricinoleat, asam isoricinoleat, asam oleat, asam linoleat dan asam stearat, juga mengandung ricinine, sejumlah kecil mengandung sitokrom C, lipase dan beberapa enzim, disamping ricin D dengan cara permurnian bertingkat didapat acidic ricin dan basic ricin.
Tanaman jarak juga mengandung minyak ricinoleic acid 80%, palmitic acid, stearic acid, linoleic acid, dihydroxystearic acid, tricinolein 68.2%, dericinolein 28%, monoricinolein 2.9%, nonricinolein 0.9%. Akar tanaman ini mengandung metiltrans-2-deken-4,6,6-triynoat, 1-trideken-3,5,7,9,11-pentin, dan beta-sitosterol.

Kegunaan

Biji jarak sangat berguna sebagai obat tradisional seperti dalam kesulitan buang air besar, kanker mulut rahim dan kulit, kesulitan melahirkan dan retensi plasenta/ari-ari, kelumpuhan otot muka, TBC kelenjar, scabies, bengkat dan infeksi jamur.
a. Koreng
Gunakan 20 biji jarak yang dibuang kulitnya, lumatkan menjadi bubur, tambahkan sedikit garam dan aduk rata. Tempelkan di bagian yang sakit (dipakai sehari 2 kali).
b. Prolapsus uterus dan rektum
Lumatkan biji jarak dan dipakai/ditempelkan pada titik “pai hui” yang terletak di kepala.
c. Kesulitan melahirkan dan retensi plasenta
Lumatkan biji jarak dan tempelkan ke titik akupuntur Yungchuan (VIII/I=K-1) yang terletak di tengah-tengah telapak kaki.
d. Kelumpuhan otot gajah
Lumatkan biji jarak, tempelkan pada sendi mandibular dan lengkungan mulut, dipakai 1 kali sehari selama 10 hari.
e. Kanker serviks
Salep/krim berisi 3-5% ricin dan 3% dimetil sulfoksida, dioleskan pada kanker serviks dipakai 1 kali sehari, 5-6 kali pakai pe minggu untuk 1-2 bulan, dilakukan bersama-sama dengan penyiraman ekstrakorporal.
Efek samping: Nyeri perut, gatal pada liang kemaluan, gatal seluruh tubuh, ekzema, biduran, serak, pembengkakan laring, gatal pada tenggorokan, pengelupasan kulit telapak kaki dan tangan mengigil, dan demam.

Daun jarak digunakan sebagai obat koreng, ekzema, gatal, batuk dan hernia.
Cara pemakaian:
Pemakaian luar: Direbus, airnya untuk cuci atau dilumatkan dan ditempel pada bagian yang sakit.
Bengkak: Ambil daun jarak, direbus hingga matang, kemudian dibungkus ditempat yang sakit.
Hernia: Ambil daun jarak ditambahkan sedikit garam, dilumatkan dan hasilkan dapat ditempelkan di titik telapak kaki.
Koreng: Ambil daun segar, rendam air panas sampai lemas dan hasilnya dapat ditempelkan pada bagian yang sakit.

Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus B1)

Tanaman kumis kucing (Orthosiphon aristatus B1) merupakan tanaman menahun yang termasuk dalam famili Laminaceae (paci-pacian). Tanaman ini berasal dari India, kemudian menyebar ke beberapa negara seperti Amerika, Filipina, Papua Nugini, Afrika, Asia Tengah, Kepulauan Pasifik, Australia dan Indonesia. Kumis kucing (Orthosiphon aristatus B1) bersinonim dengan O. grandiflorus Bold dan O. stamineus Bent. Nama lokal tanaman ini adalah remujung (Jawa), sesalaseyan dan songkot koceng (Madura) dan kumis kucing (Sunda).

Botani

Kumis kucing merupakan tanaman terna menahun dengan tumbuh tegak sampai mencapai ketinggian 2 meter. Batangnya berbentuk persegi empat, agak beralur, berambut pendek, berwarna hijau keunguan.

Daunnya termasuk berdaun tunggal yang berhadapan, helaian daun berbentuk bundar telur lonjong (10x5cm), pangkal daun meruncing, panjang tangkai daun kurang lebih 3cm, ibu tulang daun bagian permukaan bawah lebih menonjol, berbulu tipis, pertulangan daun menyirip, dan tepi daun bergerigi, berwarna hijau muda sampai hijau tua kekuningan.

Kelopak daun berbentuk tabung, bercuking empat dan berkelenjar. Sedangkan mahkota daun berbentuk tabung dengan panjang + 18cm, serta berbibir dua dan berwarna ungu atau putih dengan panjang + 10cm.

Komposisi Kandungan Kimia

Tanaman ini mengandung garam kalium (1.63-2.36%), senyawa saponin, alkaloid, minyak atsiri, glikosida arthosiphonin, tannin, asam organik, glikolik urea dan minyak. Dari hasil penelitian yang dilakukan para ahli, bahwa semakin tua daun kumis kucing, akan semakin tinggi kandungan kaliumnya. Daun kumis kucing yang berbunga ungu maupun putih mengandung saponin glikosida dan aglikon steroid.

Kegunaan

Di Indonesia, kumis kucing sebagai obat tradisional, telah lama dikenal oleh masyarakat luas terutama di pedesaan. Dalam dunia pengobatan modern, simplisia daun kumis kucing telah mendapat kedudukan/perhatian yang utama untuk digunakan sebagai obat yang digolongkan fitoterapi.
a. Mengobati diabetes
Ambil daun kumis kucing beberapa lembar kemudian rebus dengan air secukupnya, hasil dari rebusasn tersebut dapat diminum 2 kali sehari. Dapat juga dilakukan dengan mencampurkan daun kumis kucing dengan daun sambiloto, kemudian direbus dengan air, hasil dari rebusan tersebut dapat diminum.
b. Mengobati penyakit ginjal
Ambil beberapa lembar daun kumis kucing kemudian dicampurkan dengan daun meniran atau temulawak secukupnya, kemudian digodok, hasil dari godokan tersebut dapat diminum 3-4 kali sehari.
c. Mengobati kencing darah
Ambil daun remujung 1/2Kg, temulawak (irisan) 1/4Kg, meniram (tumbuhan) 0.2Kg dan daun tawas 0.2Kg. Bahan tersebut dikeringkan dan dicincang sampai halus, kemudian dicampur. Sehari diminum 2 sendok besar, ditambah air 1 botol air soda, diminum 2 kali sehari.

Krisan (Chrysanthemum indicum L.)

Tanaman krisan (Chrysanthemum indicum L.) merupakan tanaman perdu atau semi perdu berasal dari Jepang dan Cina Utara yang termasuk dalam famili Compositae. Pada zaman penjajahan Belanda, krisan sudah dikenal oleh para petani di Indonesia yang ditemukan tumbuh baik di daerah dataran tinggi. Bunga krisan termasuk bunga yang digemari oleh masyarakat di perkotaan yang dijadikan sebagai hiasan ruangan serta untuk dijadikan sebagai karangan bunga, terutama dalam pesta perkawinan dan peresmian gedung-gedung.

Botani

Krisan memiliki warna bunga yang beraneka ragam macamnya, mulai dari putih, kuning, jingga, coklat, coklat kemerahan, merah, pink dan ungu. Warna-warna inipun beragam dari yang lembut sampai terang. Selain warna tunggal, bunga krisan ada juga yang kombinasi antara putih-hijau, kuning-coklat dan lain-lain.

Kegunaan

Selain memiliki keindahan bunga, krisan dapat digunakan sebagai obat-obatan, yang sering disebut sweet pellitory dan spanish pellitory. Bagian tanaman yang digunakan untuk obat tradisional, akar dan daunnya yang terlebih dahulu dijemur sehingga menghasilkan daun kering secara alami, setelah itu direndam air beberapa menit. Hasil dari rendaman bahan tersebut dapat digunakan mengompres mata yang rabun, untuk menguragi sakit kepala dan memperlancar pencernaan.

Kemangi (Ocimum sanctum L.)

Tanaman kemangi (Ocimum sanctum L.) termasuk tanaman liar yang tumbuh di daerah tanaman yang dibudidayakan. Kemangi termasuk dalam famili Labiateae, dimana di pulau Jawa terutama Jawa barat, dinamakan serawung dan di Jawa Timur disebut dengan kemange atau kemangi. Selain tanaman kemangi, ada juga tanaman jenis lainnya Ocimum basilicum yang sering disebut dengan selasih, biasanya jenis ini dipakai untuk ramuan pengobatan dan daunnya untuk lalapan, walaupun tidak sebanyak kemangi. Buahnya dimanfaatkan untuk minuman.

Botani

Daun kemangi bertangkai, bentuknya seperti telur dan bergerigi kasar. Tangkai daun lebih runcing dengan tulang daun berselang-seling, sedangkan bunga kemangi berbentuk kemerahan dengan panjang tangkai sekitar 25cm.

Kegunaan

a. Tanaman kemangi ataupun selasih mempunyai khasiat untuk obat seperti tuberkulosis (TBC), sesak napas dan sakit perut.
Ambil biji kemangi (selasih) kemudian direndam dalam air maka biji akan membesar dan bila dicampurkan dengan sirup, bisa menjadi minuman yang segar dan sebagai obat sakit perut dan kotoran air yang berlendir dan berbusa.
b. Mengobati radang susu
Bakarlah 3 genggam daun selasih untuk diambil abunya, kemudian abu tersebut direbus dengan air gaam sebanyak 2 sendok makan. Setelah itu ditempelkan pada bagian yang sakit, hasil rebusan tersebut dapat dipergunakan 2 kali sehari.
c. Menghilangkan bau keringat
Ambil beberapa daun kemangi, kemudian dimakan sebagai lalapan secara berkesinambungan maka keringat yang bau akan berkurang.

Lidah Buaya (Aloe vera L.)

Tanaman lidah buaya (Aloe vera L.) termasuk dalam famili Liliaceae yang kemudian dikenal denan nama “Medicine Plant” atau “First aid plant”, karena tanaman ini mampu meredam rasa sakit pada kulit yang terkena api dan juga dikenal sebagai “burn plant”. Lidah buaya termasuk tanaman sukulen (berdaging dan bergetah) seperti juga lidah mertua (Sansiviera trifasciata), merupakan kerabat dekat lidah buaya. Perbedaannya terletak pada daging daunnya, dimana daun lidah buaya berdaging lebih tebal daripada daun lidah mertua.

Botani

Batang lidah buaya dikelilingi oleh daun-daun yang lebih tebal berbentuk rosel dengan mempunyai ujung yang lebih runcing yang mengarak ke atas, karena batangnya gemuk dengan daun berduri, kumpulan daun ini terlihat dari jauh berbentuk tunggal seperti tanaman. Daun lidah buaya sebagian besar berisi pulp atau daging daun yang mengandung getah bening atau lekat, sedangkan bagian luar daun berupa kulit tebal yang berklorofil. Tanaman ini tahan terhadap kekeringan karena mempunyai stomata lebih tebal sehingga bisa tertutup rapat sekali yang dapat mencegah penguapan air dan daging buah di dalamnya benar-benar terhindar dari kekeringan.

Kandungan Kimia

Teknologi analisis kimia yang lebih maju ditemukan pula polisakarida, glukomanan, asam krisofan dan enzim protease (pemecah protein) dalam getah pulp tersebut. Selain mempunyai kandungan tersebut, masih ditemukan sejumlah asam amino, vitamin dan mineral. Asam amino dapat membantu dalam menyusun protein pengganti sel-sel kulit yang rusak akibat luka, sedang vitamin dan mineral menjadi pendorong dalam rangkaian proses kimia yang diperlukan dalam penyembuhan luka.

Kegunaan

a. Mengobati kencing manis
Gunakan 1 batang lidah buaya kemudian dicuci bersih dengan air, durinya dibuang, lalu dipotong-potong seperlunya dan direbus dengan 3 gelas air, sehingga menghasilkan 1/2 gelas air. Hasil dari rebusannya dapat diminum sehari 3 kali 1/2 gelas sehabis makan.
b. Mengobati batuk rejan
Gunakan daun lidah buaya sekitar 15-18cm, kemudian direbus dan tambahkan gula secukupnya. Hasil dari rebusannya diminum.
c. Mengobati sifilis
Gunakan bunga lidah buaya dan tambahkan dagingnya, kemudian direbus dengan air secukupnya. Hasil dari rebusan diminum.
d. Mengobati luka terpukul, munta darah
Gunakan sebanyak 10-15 gram bunga kering lidah buaya, kemudian direbus dengan air secukupnya. Hasil rebusan diminum atau bunganya ditimkan dengan arak putih untuk pemakaian luar.
e. Mengobati kencing darah
Gunakan 15 gram daun lidah buaya, peras dan tambahkan sebanyak 30 gram glua, tambahkan air keras secukupnya. Hasil dari perasan diminum.
f. Mengobati wasir
Gunakan 1/2 batang lidah buaya yang sudah dihilangkan duri-durinya, dicuci bersih dengan air lalu diparut dan ditambahkan dengan 1/2 cangkir air matang dan 2 sendok makan madu lebah, diaduk merata dan disaring. Hasil saringan diminum 3 kali sehari.
g. Mengobati sembelit
Gunakan 1/2 batang daun lidah buaya, cuci bersih dengan air dan buang kulit dan durinya. Isinya diambil dan dicincang, diseduh dengan 1/2 cangkir air panas dan tambahkan 1 sendok makan madu lebah. Hasil campuran ini dimakan 2 kali sehari.
h. Memberikan kesuburan pada rambut
Getah lidah buaya dapat dioleskan pada rambut sebelum memberikan shampo. Didiamkan + 1/2 jam pada rambut, kemudian bersihkan dengan shampo. Rambut tidak mudah rontok dan tetap hitam bila cara ini dipakai secara rutin.

Melati Gambir Hutan (Jasminum pubescens Willd)

Tanaman melati gambir hutan (Jasminum pubescens Willd, sinonim: Jasminum multiflorum Andr.) merupakan tumbuhan semak yang merambat pada batang tanaman lain. Tanaman ini sering dinamakan Melati Poncosudo yang termasuk dalam famili Oleaceae. Melati poncosudo berasal dari Indonesia. Biasanya ditemukan tumbuh liar di tempat-tempat yang cukup menerima sinar matahari, seperti ladang kering, tanah-tanah di tepi hutan dan di sela-sela pohon jati. Itulah sebabnya tanaman ini dinamakan melati hutan alias melati gambir hutan. Melati gambir hutan mempunyai beberapa nama lokal seperti orey kamanden, wewangian dan gabita baru.

Botani

Batang dan daunnya ada yang berbulu dan ada yang tidak, tetapi jenis yang khas disebut poncosudo tidak berbulu, daunnya berbentuk lonjong lebih licin daripada daun tanaman yang lain. Bunganya kecil-kecil (hanya 2cm) dan mempunyai kuntum yang banyak (10-15 kuntum) yang terkumpul membentuk gugusan. Warna bunganya berwarna putih terus-menerus, baik ketika masih kuncup tertutup maupun sudah mekar. Hanya buahnya yang berwarna merah gambir. Mahkota bunganya tidak pendek dan tidak lebar seperti bunga melati, tetapi lebih panjang berbentuk terompet.

Kandungan Kimia

Bagian tanaman yang dapat dipakai untuk obat tradisional adalah bagian daun atau akarnya. Daun poncosudo mengandung tamarin yang mempunyai sifat dapat menciutkan selaput lendir dan jaringan dinding sel yang koyak karena luka. Oleh karena sifat ini, dapat dimanfaatkan untuk menyembuhkan radang usus halus dan radang ginjal. Tamarin yang terkandung dalam sari daun poncosudo mempunyai fungsi merapatkan kembali luka yang ada pada kedua organ.

Kegunaan

Tanaman poncosudo mempunyai khasiat dalam mengobati beberapa penyakit secara tradisional sebagai berikut:
a. Menyembuhkan radang usus halus
Gunakan segenggam daun poncosudo, masukan ke dalam air sebanyak 3 gelas kecil, kemudian panaskan sampai mendidih lalu biarkan mendidih terus sampai airnya tinggal 2/3-nya. Hasil dari rebusan tersebut setelah dingin diminum sepertiga demi sepertiga gelas selama 2 hari berturut-turut. Minumlah cukup sehari sekali saja. Kalau lebih, tanninnya bisa merusak lambung, tetapi pada hari kedua, ramuan harus dipanasi dulu sebelum diminum lagi.
b. Menyembuhkan radang ginjal
Radang ginjal yang dimaksud adalah radang yang ditandai dengan keluarnua air kencing yang kuning keruh karena ginjal tersebut luka.
Gunakan daun melati poncosudo yang sudah dikeringkan sebanyak 15 gram, kemudian rebus daun kering dalam 1 liter air sampai mendidih hingga tinggal separuhnya. hasil dari rebusan tersebut didinginkan baru dapat diminum cukup sekali saja. Pengobatan dihentikan kalau air seni telah berwarna putih normal kembali.

Nenas Kerang (Rhoeo discolor (L. Her). Hance)

Rhoeo discolor dikenal dengan nama Oyster Plant (nama Inggris) sedangkan nama daerah sering dikenal dengan nama Adam dan Hawa. Tanaman nenas kerang termasuk dalam famili Commelinaceae yang berasal dari Meksiko dan Hindia Barat. Tanaman ini sering digunakan sebagai tanaman hias karena mempunyai warna daun yang berbeda antara bagian atas dan bagian bawah, sehingga sangat menarik perhatian terutama pencinta tanaman hias. Nenas kerang tumbuh subur pada tanah yang lembab.

Botani

Nenas kerang memiliki tinggi pohon 40-60cm, mempunyai batang kasar, pendek, lurus tidak bercabang. Tumbuhnya merumpun dan merapat sesamanya. Batang sangat pendek dan termasuk golongan herba. Daun lebar dan panjang, mudah patah, warna daun di permukaan atas berwarna hijau dan di bagian bawah berwarna merah. Bunganya berwarna putih, berbentuk bunga.

Kegunaan

Sifat kimiawi dan efek farmakologis nenas kerang adalah rasa manis, sejuk, anti radang, memelihara paru, mencairkan dahak, anti batuk, anti diare dan membersihkan darah.

Bunga dan daun dapat dipakai dalam keadaan segar/kering, biasanya bila digunakan daun sebanyak 15-30gr dan bila menggunakan bunga sebanyak 20-30 kuntum direbus.
a. Untuk penyakit batuk rejan, batuk berdahak, flu dan disentri
Ambil 20-30 kuntum bunga nenas kerang, kemudian direbus dengan air secukupnya. Hasil air rebusan dapat diminum sebanyak 2 kali sehari.
b. TBC kelenjar dan mimisan
Ambil 15-30 gram daun nenas kerang, kemudian direbus dengan air secukupnya. Hasil rebusan tersebut dapat diminum sebanyak 2 kali sehari.
c. Bronchitis dan muntah darah
Ambil 10 helai daun segar atau 20-30 kuntum bunga nenas kerang dan tambahkan gula batu secukupnya, kemudian ditimkan. Hasil tim dapat dimakan.
d. Berak darah (melena)
Ambil 10-15 helai daun segar atau 20-50 kuntum bunga kering dan ditambah gula enau secukupnya, kemudian direbus dengan air secukupnya. Hasil rebusan diminum 2 kali sehari.

Sikas (Cycas revoluta Thunb)

Tanaman sikas (Cycas revoluta Thunb) termasuk tanaman hias berdaun indah yang tahan matahari langsung, sehingga amat mudah memeliharanya. Pola batang yang dapat menggemut atau bentuk silinder serta bentuk halus meruncing berbentuk sirip yang meroset di atas batang tadi sungguh mempesona setiap orang yang memandangnya. Sikas berasal dari suku Cycadaceae dan anggota dari kelompok Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka).

Botani

Sikas berasal dari Jepang dan Cina, sehingga kadang disebut sikas Jepang. Tingginya dapat mencapai 3 meter dan kadang-kadang dapat tumbuh cabang di bagian ujung batang atau anakan yang berjajar yang membuatnya sungguh unik.

Kegunaan

Bagian daun tanaman sikas dapat mengobati masalah pendarahan, sakit lambung (gastritis), tukak lambung (ulcus pepticum), darah tinggi (hipertensi), nyeri syarat (neuralgia), tidak datang menstruasi, kanker, kesulitan melahirkan, memar dan luka berdarah.

Bagian dari bunga sikas dapat digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, perlu diperhatikan biji dan bonggol bagian atas beracun, pemakaian harus hati-hati.

Bagian akar sikas dapat mengobati penyakit TBC paru dengan batuk darah, sakit gigi, sakit pinggang dan memar.
a. Mengobati luka
Daun sikas sebanyak 9-15gr ditambah bunga sebanyak 15-30gr, biji dan akar sebanyak 10-15gr. Digodok atau dikeringkan dan dijadikan berupa bubuk untuk diminum atau ditempelkan pada luka.
b. Sakit lambung
Ambil sebanyak 15gr daun kering kemudian digodok. Hasil dari godokan diminum 1 kali sehari.
c. Kesulitan melahirkan
Ambil sebanyak 3 tangkai daun segar, lalu tambahkan 3 mangkuk air panas, kemudian digodok sampai menjadi 1 mangkok. Hasil dari godokan tersebut dapat diminumkan.
d. Tidak datang menstruasi
Ambil daun sikas yang kering kemudian dibakar hingga menjadi abu, lalu ambil 6 gram abu daun kering kemudian ditambahkan arak merah secukupnya. Hasil campuran diminum 1 kali sehari.
e. Muntah darah dan batuk darah
Ambil sebanyak 1-3 bunga sikas kemudian diseduh dengan air mendidih, ditambah gula batu sekucupnya. Kemudian baru ditimkan, hasil dari campuran bahan ini diminum setelah dingin.

Sirih (Piper betle L.)

Tanaman sirih (Piper betle L.) merupakan salah satu jenis tumbuhan yang merambat yang termasuk dalam famili Piperraceae. Umumnya tumbuh di India, Sri Lanka, Nusantara Melayu dan Indonesia yang ditanam di kebun-kebun rakyat atau ditemukan liar di antara belukar. Nama lokal tanaman ini adalah sirih, sedah (Jawa), Seureuh (Sunda).

Botani

Daun sirih berbentuk bulat telur, ujungnya runcing, bertulang dan melengkung. Warna daunnya yang masih muda, hijau kekuning-kuningan dan setelah tua kelihatan hijau
pekat atau hijau kebiru-biruan. Biji sirih berbentuk bulat kecil seperti biji lada.

Sirih ada beberapa macam yaitu sirih Belanda, berdaun lebar, berbau dan rasanya lebih tajam. Warnanya hijau tua, sebagian kekuning-kuningan.Sirih Jawa merupakan jenis yang terbanyak ditemukan. Daunnya lembek dan rasanya kurang tajam, warnanya hijau rumput. Sirih cengkeh, daunnya terasa seperti cengkeh, jenis tanamannya lebih kecil, daun berwarna kuning. Sirih hitam merupakan jenis sirih yang biasa digunakan sebagai campuran obat-obatan.

Kandungan Kimia

Sirih mengandung minyak volatil (mudah menguap), antara lain; candinen, chavicol, eugenol metil eter, caryophyllen dan etilbrenzcatechin. Selain itu, sirih juga mengandung zat samak, enzim diastase, gula dan vitamin A, serta chavibetol dan allilphyrocatechol.

Kegunaan

a. Daunnya diseduh dengan air panas, hasil rebusan airnya dapat dipergunakan sebagai obat, misalnya:
Menghilangkan bau busuk dari mulut dengan cara berkumur,
Menghilangkan pendarahan gusi pada gusi yang baru dicabut giginya,
Keputihan, dengan cara mepergunakan air rebusan tersebut untuk membilas liang senggama.
b. Daun yang masih segar digulung dapat digunakan sebagai obat hidung yang berdarah (mimisan) dengan jalan memasukkan gulungan daun tersebut ke dalam lubang hidung.
c. Daun sirih dihangatkan di atas api, hasilnya kemudian ditempelkan pada payudara sehingga dapat mengurangi produksi air susu yang berlebihan (4 lembar daun sirih dan minyak kelapa secukupnya, kemudian dipanggang dengan api).
d. Untuk obat batuk dapat dicampur dengan daun saga 1 potong kayu manis dan gula batu secukupnya, kemudian direbus dengan satu liter air sampai mendidih. Hasil rebusannya dapat diminum.
e. Menghilangkan gatal-gatal sehabis melahirkan
Ambil 1 genggam daun sirih kemudian direbus dengan air. Dalam keadaan hangat dapat dipakai untuk kompres bagian yang gatal yang digunakan 2 kali sehari (pagi dan sore).

Kembang Soka (Ixora coccinea L.)

Tanaman kembang soka (Ixora coccinea L.) termasuk dalam famili Rubiaceae berasal dari negeri India dan lokal Jawa, karena bentuk dan bunganya yang indah dan berbunga tidak mengenal musim, sehingga banyak digemari masyarakat untuk ditanam di halaman rumah. Jenis tanaman ini berdaun kecil yang berasal dari Cina dan Jepang. Beberapa nama lokal kembang soka antara lain; siantar (Jawa), soja mami (Ternate) dan sikatan (Jawa Tengah).

Botani

Pohon soka berbentuk perdu, bercabang banyak dan tingginya berkisar 5 meter. Daunnya mirip seperti daun kopi, berbentuk lonjong mempunyai tangkai pendek dan berwarna hijau mengkilat. Bunganya tersusun dalam satu karangan yang berbentuk malai rata, berwarna orange, tumbuh di ujung tangkai, tinggi tanaman sekitar 1-2.5 meter, berbatang cokelat kehitaman, mempunyai banyak cabang, cabang muda berwarna cokelat kemerah-merahan. Kembang soka mempunyai bunga yang letaknya dalam tandan bunga. Dalam tandan bunga ini terdapat beberapa bunga yang banyak sekali dan dasarnya terletak dalam satu kesatuan sehingga kelihatan tanamannya seperti payung yang sedang terbuka.

Kegunaan

a. Bunga soka dapat mengobati haid yang tidak teratur, serta tidak datang haid dan hipertensi.
Ambil 10-15 gram bunga kemudian direbus dengan air secukupnya. Hasil rebusan tersebut diminum.
b. Akar soka dapat digunakan untuk mengobati TBC paru, batuk dan batuk darah
Ambil 30-60 gram akar soka, kemudian direbus dengan air secukupnya. Hasil rebusan dapat diminum atau ditambahkan 60 gram daging sapi tanpa lemak untuk dibuatkan sup.
c. Tangkai dan daun dapat digunakan untuk mengobati luka terpukul, badan ngilu-ngilu, terkilir dan koreng

Sumber: Direktorat Bina Produksi Hortikultura, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan Hortikultura, 1994

9 thoughts on “Apotik Hidup Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s