Home > Uncategorized > Apotik Hidup Indonesia Seri 2

Apotik Hidup Indonesia Seri 2

Tanaman Obat-Obatan (Seri C)


Bidara Laut (Strychnos ligustrina B1)

Strychnos ligustrina B1

Tumbuhan bidara laut (Strychnos ligustrina B1) sebagai tumbuhan tropis yang termasuk dapam suku Longaniceae dengan pohon yang kecil berkayu keras dan kuat dengan warna kuning pucat, tidak berbau serta mempunyai rasa yang sangat pahit dan kelat. Tumbuhan ini masih terbatas pada daerah-daerah tertentu saja diantaranya Jawa Timur, Roti, Water dan Maluku Tenggara.

Varietas

Meskipun S. ligustrina merupakan tumbuhan bidara laut asli, tetapi ada tumbuhan lain yang bersinonim dengan tumbuhan ini yaitu Eurycoma longifolia dan Ximenia americana.

  1. Eurycoma longifolia, merupakan tumbuhan pohon yang menarik di sekitar pantai, karena dapat memiliki ketinggian mencapai 6 meter. Tumbuhan ini terdapat di pantai pulau Sumatera dan Kalimantan. Biasanya tumbuhan ini dikenal sebagai pengganti kayu dari bidara laut.
  2. Ximenia americana, merupakan tumbuhan perdu dengan ketinggian bisa mencapai 2-4 meter yang tersebar di daerah tropika. Tumbuhan ini tumbuh ke atas dengan beberapa batang yang kecil dan bengkok, sering kali dipakai sebagai pengganti tumbuhan S. ligustriana jika tumbuhan bidara laut yang asli tidak ada atau tidak ditemukan.

Botani

Bentuk daun tumbuhan ini bulat seperti telur bergaris-garis, memiliki tangkai daun yang relatif pendek, memiliki tulang daun yang tidak berselang-seling, tulang daun muncul berawal dari pangkal daun dan mengarah ke ujung daun. Bidara laut termasuk tumbuhan terna yang tumbuh mengarah/menjalar ke atas batang, dengan mempunyai beberapa batang yang kecil secara membenkok, memiliki banyak cabang ranting pada batangnya.

Kandungan Kimia

Biji dan kayu bidara laut mengandung beberapa bahan kimia seperti alkaloid, tanin, galat, steroid (triterpoid). Alkaloid yang dikandung tumbuhan ini adalah striknina dan brusina yang termasuk golongan obat keras. Penggunaan bidara laut sebagai antipiretik ada benarnya, karena ekstrak kering kayu bidara laut mempunyai toksiksitas yang sedang. Alkaloid total bidara laut ternyata mempunyai daya antimikroba terhadap Bacillus subtilis dan Staphylococcus aureus, tumbuhan S. ligustrina memiliki aktivitas farmakologi diuretik dan anti infeksi.

Kegunaan

Penggunaan bidara laut antara lain sebagai obat kencing manis, pencuci darah, perangsang nafsu makan, anti disentri, keracunan, sariawan, bahan kosmetik dan obat demam.
a. Sebagai obat penyakit kencing manis
Campurkan beberapa tumbuhan obat dengan memakai ramuan kayu bidara laut, daun sambiloti, daun kumis kucing dan kayu pule dengan perbandingan 1:1:1:1. Bahan ini dicampur untuk dibuatkan menjadi tepung, kemudian diaduk sampai rata. Hasil ramuan dimakan tiap pagi dan sore sesudah makan sebanyak 1 sendok teh. Caranya dengan meminum dan bisa dicampurkan dengan air atau dimakan seperti puyer.
b. Sebagai obat membersihkan darah
Ambil kayu bidara laut sebanyak 3-4gr, seduh dengan 1 cangkir air panas selama beberapa menit sehingga air berwarna kuning gading. Hasil seduhan diminum sehari 1 kali.
c. Sebagai obat tradisional, seperti mengobati bisul pada wajah dan bahan kosmetik.
Keruk kayu bidara laut sebanyak 1 sendok makan, kemudian disedun dengan 1 gelas air mendidin dan didiamkan selama satu malam. Pagi berikutnya, seduhan disaring, kemudian hasil saringan diminum sebelum makan. Selain dimanfaatkan untuk bisulan di wajah, juga dikompres dengan menggunakan air rebusan tumbuhan ini.

Bunga Matahari (Helianthus annuus L.)

Helianthus annuus L.

Tanaman bunga matahari (Helianthus annuus L.) termasuk herba anual (berumur pendek kurang dari setahun), berasal dari Meksiko dan Peru di Amerika Tengah yang mempunyai bentuk kuntum bunga yang unik mirip seperti matahari sedang memancarkan sinarnya.

Sejak abad ke-18, tanaman ini telah dibudidayakan secara besar-besaran di Jerman, Perancis, Rumania, Bulgaria, Rusia, Hongaria, USA, Meksiko, Argentina dan beberapa negara benua Afrika.Namun demikian, penanaman paling luas terdapat di Kaukasus Utara, Ukraina, di sepanjang sungai Wolga di Rusia, Balkan dan Argentina. Di Indonesia, bunga matahari bukan tanaman baru lagi, masuk ke Indonesia sejak puluhan tahun lalu dan tersebar hingga ke pelosok desa sebagai tanaman hias.

Bunga matahari baru mulai diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1907 oleh seorang ahli pertanian Belanda, yang memiliki kultivar yang bervariasi sifatnya. Terutama tinggi tanaman, umur panen, jumlah, diameter dan warna bunga. Sedangkan ukuran, bentuk dan warna biji, kadar kulit dan kadar minyak biji, tergantung dengan kesesuaian pada lingkungannya. Pada dasarnya, kultivar-kultivar tersebut dapat digolongkan ke dalam 3 tipe yakni berukuran besar seperti varietas Mammoth russian, berukuran semi kecil seperti varietas Pole star dan Jupiter, berukuran kecil seperti varietas Advance dan Sunrise.

Tanaman bunga matahari tergolong dalam famili Compositae (Asteraceae). Di daerah, tanaman ini sering disebut bunga panca matoari, bunga teleng matoari, bunga ledomata, bungong matahuroi, bungka matahari, kembang sarengenge, kembang sangenge, kembang matoare, kembhang tampang are, sungeng dan purbanegara.

Botani

Tanaman bunga matahari termasuk tanaman berbatang basah yang berdiri tegak lurus dengan ketinggian 0.3 – 5 meter, berbulu dan berkulit kasar. Daunnya besar yang menyerupai seperti bunga cawan dengan mahkota bunga berbentuk pita di sepanjang tepi cawan yang berwarna kuning dan ditengahnya terdapat bunga-bunga yang kecil berbentuk tabung dengan warna cokelat.

Kandungan Kimia

Menurut Direktorat Gizi, Departemen Kesehatan dalam 100 gram biji bunga matahari terkandung 5.5 kalori, 30.6g protein, 42.1g lemak, 13.8g kalsium, 312mg fosfor, 6.2g zat besi dan 0.02g vitamin B. Lemak jenuh 9.8 dan lemak tidak jenus seperti oleat 11.7, linoleat 72.9 dan kolesterol rendah. Selain itu, biji buga matahari yang berat keping bijinya 50-75% dari berat biji keseluruhan ini, juga mengandung sekitar 24-35% minyak untuk biji bekulit dan 45-55% minyak untuk biji tanpa kulit.

Kegunaan

Bunga
Sebagai obat tekanan darah tinggi, mengurangi rasa nyeri pada sakit kepala, pusing, sakit gigi, nyeri menstruasi, nyeri lambung, radang payudara, rheumatik dan sulit melahirkan.
Biji
Sebagai penambah nafsu makan, mengurangi dan menghilangkan lesu, disentri berdarah, merangsang pengeluaran rash (kemerahan) pada campak dan sakit kepala.
Daun
Berguna untuk mengobati infeksi saluran kencing, radang saluran napas, batuk rejan dan keputihan.
Sumsum dari batang dan dasar bunga
Sebagai obat untuk kanker lambung, kanker esophagus dan tahi lalat berbahaya (malignat mole). Juga untuk menghilangkan nyeri lambung, sulit buang air kemih dan nyeri buang air kemih pada batu saluran kencing, air kemih berdarah dan air kemih berlemak.
Pemakaian:
~ 30-90 gram bunga matahari
~ 30-90 gram dasar bunga matahari
~ 15-30 gram sumsung dari batang bunga matahari
~ 15-30 gram akar bunga matahari
Semua bahan tesebut di atas direbus.

a. Mengobati sakit kepala
25-30 gram bunga matahari ditambahkan 1 butir telur ayam ditambahkan 3 gelas air, kemudian direbus menjadi 1/2 gelas. Hasil rebusan dapat diminum sesudah makan, 2 kali sehari.
b. Mengobati radang payudara
Ambil kepala bunga matahari (tanpa biji), dipotong halus-halus, kemudian dijemur. Setelah kering, digongseng/sangrai sampai hangus, kemudian digiling menjadi serbuk/tepung. Setiap kali minum 10-15 gram, serbuk/tepung dicampurkan arak putih dan ditambahkan gula serta air hangat. Hasilnya dapat diminum 3 kali sehari, minuman pertama kali harus keluar keringat.
c. Disentri
30 gram biji yang diseduh ditim selama 1 jam, setelah itu diangkat dan ditambahkan gula batu secukupnya, hasilnya barulah diminum.
d. Kesulitan buang air besar dan kecil
Ambil 15-30 gram akar segar bunga matahari, kemudian direbus dengan air secukupnya. Hasil rebusan kemudian diminum.
e. Infeksi saluran kencing
30 gram akar bunga matahari yang segar, direbus (jangan lama-lama, sewaktu baru mendidih langsung diangkat segera). Hasil rebusan kemudian diminum.

Bunga Kenop (Gomphrena globosa L.)

Gomphrena globosa L.

Kembang kenop (Gomphrena globosa L.) atau biasa disebut kembang kancing termasuk dalam famili Amaranthaceae, biasa ditanam sebagai tanaman hias di halaman rumah, berasal dari Amerika dan Asia. Nama daerah bunga kenop adalah kembang puter, ratna pakaja (Jawa), adas-adasan, gundul, gorantalo dan tai mantulu.

Botani

Tanaman ini termasuk herba tahunan yang mempunyai tinggi 60 cm bahkan lebih dan berambut. Batang berwarna hijau serta bercabang. Daunnya duduk berhadapan, serta bertangkai dan bentuk daun bulat telur sangsang sampai memanjang serta di bagian bawah daun berambut halus berwarna putih.

Bentuk bunga bonggol berwarna merah tua keungu-unguan, seperti bola, serta bunganya ada juga yang berwarna putih dan selalu berada dalam keadaan kering, sehingga sering dikelompokkan sebagai bunga kertas.

Kandungan Kimia

Secara umum, bunga kenop (Gomphrena globosa L.) mengandung Gomphresin I, II, III, V dan VI.

Kegunaan

Bagian yang dipakai untuk obat-obatan
Bunga atau seluruh tanaman, baik dalam bentuk segar maupun dikeringkan dapat dijadikan obat.
a. Asthma bronchial, radang saluran napas akut dan menahun
Ambil 10 kuntum bunga, direbus dengan air secukupnya, kemudian ditambahkan arak kuning, hasil campuran tesebut dapat diminum secara rutin 3 kali perharinya.
b. Buang air kecil tidak lancar
Ambil 3-10 kuntum bunga segar kemudian direbus dengan air secukupnya. Air hasil rebusan dapat diminumkan.
c. Panas pada anak-anak
Ambil 7-14 kuntum bunga segar kemudian direbus dengan air secukupnya. Air hasil rebusan kemudian diminum.
d. Disentri
Ambil 10 kuntum bunga, kemudian direbus dengan air secukupnya, lalu tambahkan arak kuning. Hasil campuran dapat diminumkan.

Pemakaian luar
Tanaman segar dilumatkan sampai halus, kemudian ditempelkan pada bagian tubuh yang sakit, atau direbus. Hasilnya dalat dipakai untuk luka terpukul dan koreng.

Gandarusa (Justicia gandarusa L.)

Justicia gandarusa L.

Tanaman gandarusa (Justicia gandarusa L.) termasuk dalam famili Acanthaceae yang bersinonim dengan Gandarussa vulgaris Nees, Justicia dahona Buch, Justicia nigricans Lour, dan Justicia salicina Vahl merupakan tanaman berupa herba yang pada umumnya ditanami sebagai pagar hidup atau tumbuh liar di hutan-hutan, tanggul sungai atau dipelihara sebagai tanaman obat dan sering ditemukan mulai dari tanah yang datar sampai di pegunungan.

Tanaman gandarusa di India dan Asia Tenggara, dipakai sebagai obat untuk menurunkan panas, merangsang muntah, anti rherumatik, pengobatan sakit kepala, kelumpuhan otot wajah, ekzema, sakit mata dan telinga.

Di beberapa daerah, tanaman gandarusa sering disebut dengan besi-besi (Aceh), gandarusa (Melayu), handarusa (Sunda), gandarusa, tetean dan trus (Jawa), ghandharusa (Madura), gandarisa (Bima) dan pule (Ternate).

Botani

Gandarusa tumbuh tegak lurus dengan ketinggian dapat mencapai 2 meter, percabangan banyak, dimulai dari dekat pangkal batang. Cabang-cabang yang masih muda berwarna ungu gelap dan bila sudah tua warnanya bisa menjadi cokelat mengkilat. Daun gandarusa terletak berhadapan berupa daun tunggal yang berbentuk lanset dengan panjang 5-20cm, lebar 1-3.5m, tepi daun rata, sedang ujung daun meruncing, pangkal daun berbentuk biji bertangkai pendek antara 5-7.5 mm, dengan warna daun hijau gelap. Bunga gandarusa kecil berwarna putih atau dadu yang tersususn dalam rangkaian berupa malai/bulir yang menguncup serta berambut menyebar dan keluar dari ketiak daun atau ujung tangkai. Buah gandarusa kecil yang berbentuk bulat panjang, selain yang berbatang hitam (lebih populer) ada juga yang berbatang hijau.

Kandungan Kimia

Gandarusa (Justicia gandarusa L.) mengandung senyawa kimia seperti:
~ Justicin
~ Minyak atsiri
~ Kalium
~ Alkaloid yang agak beracun

Kegunaan

Umumnya tanaman ini dapat mengobati seperti:
a. Luka terpukul/memar, tulang patah retak (fracture)
b. Rheumatik persendian
c. Bisul, borok dan koreng
Pemakaian: Gunakan 15-30 gram tanaman, direbus atau ditumbuk, kemudian diperas dan hasilnya dapat diminum.

Kulit pohon gandarusa dapat dipakai untuk merangsang muntah dan dapat digunakan untuk membunuh serangga.

Pemakaian luar
Tanaman gandarusa yang segar dilumatkan, hasilnya ditempelkan pada tempat yang sakit. Tanaman segar direbus, hasilnya (airnya) digunakan untuk membersihkan daerah yang sakit.

a. Mengobati tulang patah, bisul
Tanaman gandarusa yang segar dilumatkan atau dikeringkan sampai halus kemudian diaduk dengan arak, serta ditambahkan cuka secukupnya. Hasil adukan tersebut digunakan untuk mengompres tulang yang patah, karena dalam posisi yang tidak benar dan terfiksasi.
b. Mengobati keseleo, rheumatik
Gunakan 15-30 gram gandarusa yang kering atau 30-60 gram gandarusa segar kemudian direbus dengan air secukupnya. Air hasil rebusan tersebut kemudian diminum.
c. Mengobati memar
Ambil daun gandarusa lalu diolesi dengan minyak, kemudian layukan di atas api. Hasil dari layukan daun dapat ditempelkan pada tempat yang sakit.

Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia Swingle)

Citrus aurantifolia Swingle

Jeruk nipis (C. aurantifolia Swingle) berbentuk pohon termasuk dalam famili Rutaceae. Jeruk merupakan buah yang banyak mengandung vitamin C (tiap 100 gram berisi vitamin C antara 40-70 gram).

Jeruk nipis alias jeruk pecel atau jeruk tipis adalah semacam buah yang banyak mengandung air. Air buahnya sangat masam raanya, tapi baunya sedap. Kulti buah pada jeruk nipis mengandung semacam minyak atsiri yang pahit rasanya. Minyak tersebut mudah sekali bersenyawa dengan alkohol, eter dan minyak lemat, tetapi sukar larut dalam air. Minyak atsiri dari kulit jeruk mengandung zat kimiawi citrol sebanyak 7.5%. Minyak citrun ini banyak dipakai untuk campuran minyak wangi dan obat-obatan. Untuk memperoleh minyak atsiri dari kulit jeruk nipis bisa diperoleh lewat cara capitan atau perasan.

Jeruk nipis (C. aurantifolia Swingle) bersinonim dengan C. medica Lin, C. acida Roxb, C. limonollus Miq dan Lemo tenius Rumph, dan sering juga dinamakan jeruk asam dan jeruk pecel.

Kandungan Kimia

Menurut daftar komposisi bahan makanan yang diterbitkan oleh Lembaga Makanan Rakyat Departemen Kesehatan, tiap 100 gram jeruk nipis mengandung protein sebanyak 0.8g, lemak 0.1g, hidrat arang 12.3g, kalsium 40mg, fosfor 22mg, zat besi 0.6mg, vitamin B 0.04mg, vitamin C 27 mg, air 86.0mg dengan nilai kalori 37 kalori. Bagian yang dapat dimakan 76% dari berat keseluruhan.

Kegunaan

a. Sebagai obat untuk gejala batuk
Gejala batuk terdapat hampir pada semua penyakit, tetapi yang paling sering adalah sebagai gejala penyakit yang menyerang saluran pernapasan, misalnya pada penyakit influenza (selesma), tuberkulosis, ashma (bronhitis) dan sebagainya.
b. Sebagai obat bronhitis kronis
Gunakan air perasan jeruk nipis yang sudah tua sebanyak satu sendok teh dicampur dengan satu sendok teh kecap manis. Hasilnya dapat diminum 3 kali sehari.
Selain itu bisa juga menggunakan ramuan 3 lembar daun sirih dan 1 buah jeruk nipis. Jeruk nipis dibelah, kemudian diremas-remas dengan 2 lembar daun sirih sampai keluar getahnya. Tampung getah yang keluar tersebut di atas daun sirih yang satu lagi, lalu oleskan pada dada atau leher anak/bayi.
c. Mengobati batuk rejan
Diobati dengan mencapur jeruk niois 2 buah (ambil airnya, daun sirih 5 lembar, cengkeh 5 butir, pala 1/2 biji dan air putih satu gelas). Hasilnya dapat diminum 2 kali satu sendok makan sehari.
d. Untuk nyeri tenggorokan
Diobati dengan satu buah jeruk nipis, diambil airnya saja, beri madu satu sendok teh, gambir atau pinang sirih yang telah dihaluskan satu sendok teh, air putih 3/4 gelas. Semua bahan diaduk rata, embunkan semalam. Bangun tidur ramuan ini diminumkan dan dikumurkan.
e. Kegunaan lainnya
Melenyapkan rasa panas ditumit kaki, menghilangkan kapalan kaki, mengendurkan ketegangan otot kaki, dapat dilakukan dengan menggosokkan irisan jeruk segar ke seluruh bagian yang sakit.
Membantu para ibu dalam mengecilkan dan mengeringkan peranakan sehabis melahirkan. Dengan menambah air jeruk nipis dan sedikit kapur sirih pada paruh perut (tapel), dilakukan setiap hari selama 40 hari, sehingga perut langsing.
f. Untuk kosmetika
~ Perawatan kulit muka
~ Perawatan tubuh
~ Perawatan rambut.
g. Untuk bahan minuman/makanan (penyedap bumbu masakan)
Dipakai dalam pengolahan masakan daging dan ikan sebagai bumbu penyegar atau menghilangkan bau amis pada ikan dan mengempukkan daging yang alor.

Kecubung Kasihan (Datura metel L.)

Citrus aurantifolia Swingle

Tanaman kecubung kasihan (D. metel L.) merupakan tanaman perdu yang berbatang tebal, tumbuh secara liar di tempat-tempat daerah yang mempunyai tanah berpasir atau tanah agak lembab. Kecubung kasihan berasal dari Asia Tenggara dan tersebar luas di Indonesia terutama di daerah yang beriklim kering. Di Belanda, tanaman ini digunakan sebagai tanaman hias, bahkan hibridinya mempunyai bunga yang beraneka ragam sehingga kelihatan lebih menarik.

Kecubung kasihan (D. metel L.) bersinonim dengan beberapa tanaman seperti D. alba Nees dan D. fastuosa Linn. Tanaman kecubung sering dinamakan pada beberapa daerah seperti toru mabu (Nias), kecubung dan kecubu (Melayu), kecubeng (Minangkabau), kecubung (Sunda), kacubung (Jawa, Nusa Tenggara, Bali), kucubung (Manado), bulutuhe (Gorontalo), kacubong (Makasar), tampong-tampong (Bugis), Toruapale (Maluku, Seram), Kacubu (Halmahera, Ternate), dan Padura (Ternate).

Botani

Tanaman ini berupa perdu yang berbatang tebal serta tumbuhnya membengkok dengan tinggi dapat mencapai 1.5 meter, berbatang tebal dan berkayu serta mempunyai cabang-cabang yang banyak sedangkan bentuknya melebar, tetapi mengarah ke satu sisi. Daun berbentuk bulat memanjang, mempunyai tangkai, serta letak daun saling berhadapan dan bentuk tepi daun berlekuk-lekuk. Bunganya berupa bunga tunggal, berbentuk seperti terompet, tumbuhnya tegak dan bunga mucul dari ujung tangkai. Buahnya bundar dengan duri-duri dibagian luarnya, merupakan kotak buah, sedangkan di dalam buah tersebut, terdapat banyak biji yang gepeng dan berwarna kuning kecokelatan.

Kandungan Kimia

Semua bagian tanaman kecubung kasihan (akar, tangkai biji, bunga, buah dan biji) bermanfaat untuk obat tradisional, karena bagian tanaman tersebut mengandung senyawa-senyawa alkaloid yang terkenal sebagai zat bius.

Kandungan alkaloid pada akar dan biji mempunyai kadar 0.4-0.9%, sedangkan pada bagian daun dan bunga mempunyai kadar 0.2-0.3%. Sebagian besar alkaloid di dalam bagian tanaman terdiri dari hyosiamin (atropin) dan skopolamin.

Kegunaan

Umumnya seluruh bagian tanaman kecubung kasihan dapat dijadikan obat. Tumbukan daun dan akar kecubung daoat digunakan sebagai boreh untuk menghilangkan rasa sakit pinggang, linu-linu pada otot dan sendi-sendi pada anggota badan, encok dan menghilangkan rasa sakit pada gigi.

a. Sebagai obat tetes sakit telinga
Rendamlah daun kecubung kasihan di dalam minyak kelapa untuk beberapa waktu lamanya. Hasil rendaman diteteskan pada telinga yang sakit.
Bagian tanaman yang dipakai sebagai obat adalah bunga, daun dan buahnya dalam bentuk segar atau dikeringkan.

Kembang Pukul Empat (Mirabilis jalapa L.)

Mirabilis jalapa L.

Tanaman kembang pukul empat (M. jalapa L.) berasal dari daerah tropis, Amerika Selatan (Marvell of Peru) yang dibawa ke wilayah timur bahkan sampai ke Indonesia. Di daerah Barat terkenal sebagai tumbuhan yang dalam penyelidikan mempunyai sifat genetika warna. Tanaman ini termasuk dalam famili Nyctaginaceae dan bersinonim dengan Nyctago hortensis. Nama daerahnya antara lain kembang pagi sore, bunga waktu kecil, kedarat, tegerat, sederat (Jawa), Hoya (Bali), Loka-loka (Timor Leste), Kupa aras (Maluku).

Botani

Kembang pukul empat merupakan tumbuhan jenis herba berkayu dengan tinggi 50cm, tangkainya memiliki banyak mata. Daunnya berbentuk jantung, lonjong bulat dan berujung tajam. Bunganya berbentuk terompet, warna bunga bermacam-macam sesuai dengan jenis bunganya seperti merah, putih, kuning, merah putih, merah kuning, ungu. Bunga terbuka di waktu sore (sekitar pukul empat) dan menutup dipagi hari.

Kandungan Kimia

Tanaman kembang pukul empat mempunyai kandungan kimia seperti:
~ Bunga: hysyamin dan atropin
~ Biji: hysyamin, lemak dan hyoscine
~ Daun: kalsium oksalat (hablur, berbentuk bintang)

Kegunaan

a. Bagian tanaman yang sering dipakai untuk mengobati beberapa penyakit yaitu akar, daun dan buah yang dapat dipakai untuk pemakaian luar.
Manfaatnya:
~ Radang amandel (tonsilitis)
~ Infeksi salurang kencing
~ Kencing manis
~ Keputihan, erosi mulut rahim
~ Radang sendi yang akut
Cara Pemakaian: Ambil 9-15 gram akar kering atau 15-30 gram dalam bentuk segar kemudian direbus. Hasil rebusan kemudian diminum.
Pemakaian Luar: Pembengkakan payudara, bisul, koreng, luka terpukul dan ekzema.
Caranya: Ambil 10 lembar daun kembang pukul empat kemudian dicuci bersih dengan air, lalu dilumatkan sampai halus, ditambahkan air garam secukupnya. Hasilnya dapat ditempelkan pada bisul sekelilingnya, lalu dibalutkan pada bagian yang sakit.
b. Mengobati jerawat
Ambil buahnya mengandung zat tepung, kemudian dibuatkan seperti tepung bedak.

Tepung bedak tersebut ditambah air secukupnya. Hasil godokan dapat dioleskan pada muka.
Catatan: Wanita hamil dilarang

menggunakan bahan ini. Untuk merebus bahan tersebut tidak boleh memakai bahan dari logam (panci, sendok dan lain-lain).
c. Mengobati bisul
Ambil selembar daun kembang pukul empat, kemudian layukan di atas api, serta berikan sedikit minyak kelapa, lalu gulunglah dengan sedikit air. Lubangi di tengahnya dan letakan terbuka di atas bisul, sehingga bisul ini akan segera matang dan mudah pecah.

Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm. f.) Nees)

Andrographis paniculata (Burm. f.) Nees

Tanaman sambiloto (A. paniculata (Burm. f.) Nees) termasuk dalam famili Acanthaceae yang berasal dari India yang ditemukan liar, sedang penyebaran tanaman ini melalui Indo-Cina ke Asia Tenggara termasuk Indonesia. Tanaman ini tumbuh subur apabila ditanam pada kondisi agroklimat yang cocok. Sambiloto bersinonim dengan Justicia paniculata, J. latebrosa Russ dan J. stricta Lamk. Nama daerahnya antara lain; papaitan (Sumatera), kioray, ki ular, takilo, bidara, sadilata, sambiloto dan takila (Jawa).

Botani

Batang sambiloto kecil seperti ranting, dengan ketebalan hanya sekitar 2-6mm, berbentuk persegi empat serta nodusnya membesar dan banyak bercabang. Daunnya termasuk tunggal dengan letak daun saling berhadapan bersilang-silang, berbentuk seperti lanset dengan pangkal daun runcing dan ujung daun meruncing. Tepi daun datar, permukaan bagian atas daun berwarna hijau tua dan permukaan bawah berwarna hijau muda. Panjang daun berkisar 2-8cm dan lembarnya 1-3cm dengan tangkai yang pendek. Bunga berwarna putih ungu, biasanya keluar dari ujung batang atau ketiak daun dan tersusun dalam suatu rangkaian berupa tandan. Buahnya berbentuk memanjang sampai lonjong dengan panjang sekitar 1,5cm, lebar 0.5cm dan ujungnya sangat tajam. Bila buahnya telah masak akan pecah membujur menjadi empat keping. Bijinya berbentuk gepeng kecil berwarna cokelat muda. Ciri khas dari tanaman ini seperti daun dan batang mempunyai rasa sangat pahit.

Kandungan Kimia

Tanaman herba ini mengandung lakton dan flavonoid. Lakton yang diisolasi dari daun dan percabangannya yaitu deoksi-andrographolida, andrographolida (zat pahit), neoandrographolida, 14-deoksi-11,12-dehidroandrographolida dan homoandrographolida, juga terdapat flavonoid, alkana, keton dan aldehida, selain mineral seperti kalium, kalsium, natrium dan asam kersih. Flavonoid diisolasi terbanyak dari akar yaitu polimetoksiflavon, panicolin, mono-o-metilwithtin dan apigenin-7,4-dimetil eter.

Kandungan zat yang terdapat dalam sambiloto adalah:
~ Kalmegin (amorf) dan hablur kuning yang masing-masing rasanya pahit sampai sangat pahit.
~ Garam-garam kalium dan natrium.
~ Minyak atsiri dan alkaloid 0.6%.

Kegunaan

a. Mengobati TBC paru
Ambil daun kering secukupnya, kemudian digiling sampai menjadi bubuk, setelah itu diaduk dengan madu dan dibuat seperti pil dengan diameter sebesar 0.5cm. Hasilnya dapat digunakan 2-3 kali sehari atau @ 15-30 pil, sebaiknya diminum dengan air matang.
b. Mengobati batuk rejan
Ambil 3 lembar daun sambiloto, kemudian diseduh dengan air panas, setelah itu dicampur dengan madu secukupnya. Hasilnya dapat diminum 3 kali sehari.
c. Mengobati kencing nanah (Gonorrhoea)
Ambil 3 batang sambiloto seutuhnya dicuci bersih lalu digodok dengan 4 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum dengan madu seperlunya. Hasilnya digunakan sehari 3 kali 3/4 gelas.
d. Mengobati hidung berlendir (rhinorrhea), infeksi telinga tengah (OMA) dan sakit gigi
Ambil 9-15 gram tanaman segar, kemudian digodok. Hasilnya dapat diminu atau dilumatkan dan diperas airnya untuk tetes telinga.
e. Mengobati kencing manis
Ambil 1/2 genggam daun sambiloto, kemudian digodik dengan gelas air minum bersih sampai tinggal 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring dan diminum sehabis makan. Dapat digunakan sehari 3 kali @ 3/4 gelas.
f. Mengobati digigit ular
Ambil daun segar, kemudian dilumatkan dan diaduk dengan tembakau (rokok), diletakkan pada tempat yang luka serta dibalut. Ambil 9-15 gram daun segar sambiloto kemudian digodok. Hasilnya diminum.
g. Bagian yang keseluruhan tanaman digunakan
~ Daun sambiloto dikunyah, airnya ditelan dan sisanya ditempelkan pada luka kena gigitan ular berbisa atau sengatan binatang berbisa lainnya.
~ Daun sambiloto direbus selama kurang lebih setengah jam, kemudian airnya diminum yang dipakai sebagai obat disentri dan mencret.
~ Daun sambiloto ditumbuk dapat dipergunakan sebagai obat kompres pada radang kulit yang gatal.
~ Air rebusan daun sambiloto dipakai untuk membangkitkan nafsu makan.

Pacar Air (Impatiens balsamina Linn.)

Impatiens balsamina Linn.

Tanaman pacar air (I. balsamina Linn.) termasuk herba dengan batang basah dan tergolong dalam famili Balsaminaceae. Tanaman ini berasal dari India dan Cina. Pacar air bersinonim dengan I. cornuta L., I. mutila Dc., I. triflora Blanco, Balsamina mutila Dc. Di Malaysia, tanaman ini dikenal dengan nama bunga tabo, inaiayer, laka kecil dan pacar ayer. Nama daerah pacar air antara lain: kimhong (Jakarta), lahine dan parunai (Sumatera), pacar cai, pacar air, pacar banyu (Jawa), pacar foya, pacar aik (Nusa Tenggara), Tilanggele duluku dan kolendingi ungga-ayu (Sulawesi), bunga jabelu, glabebe, gofu, laka dan bunga tahoianai anyer (Maluku).

Botani

Pacar air berupa tanaman herba berbatang basah, bercabang dengan daun tunggal, berbentuk lanset memanjang, pinggiran daun bergerigi berwarna hijau muda dan tidak mempunyai daun penumpu. Bunga berwarna cerah ada beberapa macam warna merah, orange, ungu dan putih. Ada yang “engkel” dan ada yang “dobel”. Sifat bijinya mudah dibawa air dan tumbuh di lereng-lereng di tempat yang lembab. Buahnya seperti buah kendaga. Bila masak, buah akan membuka menjadi 5 bagian yang terpilin. Biasanya ditanam sebagai tanaman hias dengan tinggi 30-80cm dan sebagai border tanaman.

Kandungan Kimia

Tanaman pacar air mengandung senyawa kimia seperti:
~ Bunga : antosianin, sianidin, dephinidin, pelargonidin, mavidin, kaempherol dan quercetin.
~ Akar: sianidin mono-glikosida

Kegunaan

a. Mengobati peluruh haid, mempermudah persalinan, kanker saluran pencernaan bagian atas.
Ambil sebanyak 3-10 gram biji pacar air, rebus dengan air secukupnya. Air hasil rebusan diminum sebanyak 2 kali sehari.
b. Mengobati peluruh haid, mengakhiri kehamilang dipakai bunga warna putih, pembengkakan akibat terpukul, rheumatik sendi, bisul, gigitan ular, radang kulit (dermatitis)
Ambil sebanyak 3-6 gram bunga pacar air, rebus dengan air secukupnya. Air hasil rebusan diminum sebanyak 2 kali sehari.
c. Untuk mencegah keputihan, tulang patah, mengurangi rasa nyeri (analgetik)
Ambil beberapa daun pacar air, rebus dengan air secukupnya. Hasil rebusan kemudian diminum.

Tapak Liman (Elephantopus scaber Linn.)

Elephantopus scaber Linn.

Tanaman tapak liman (E. scaber Linn.) termasuk tumbuhan semak semusim yang tumbuh liar di lapangan rumput, kadang sering ditemukan dalam jumlah banyak. Tanaman ini termasuk dalam famili Compositae (Asteraceae) dan bersinonim dengan Asterocephallus cochinchinensis Soreng dan Scabiosa cochinchinensis Lour. Nama daerah tapak liman antara lain; tapak liman (Sumatera), tutup bumi (Melayu), balaguduk, jakut cancang dan tapak liman (Sunda), tapak tangan dan tapak tana (Madura).

Botani

Daun tapak liman termasuk daun tunggal yang berkumpul dibawah membentuk roset, berbulu, bentuk daun jorong, bundar telur memanjang, tepi daun melekuk dan bergerigi tumpul. Panjang daun 10-18cm dan lebar 3-5cm. Daun pada percabangan jarang dan kecil dengan panjang 3-9cm dan lebar1-3cm. Bunga tapak liman berbentuk bonggal dan banyak dengan warna ungu. Buahnya berupa buah longkah.

Marga dari tapak liman diantaranya adalah E. tomentasa L. yang mempunyai bunga berwarna putih, bentuk daun bulat telur agak licin, mempunyai efek terapi yang sama, tetapi mempunyai khasiat sebaga penurun panas dan anti radang kurang paten dan lebih sering digunakan pada rheumatik dan anti kanker.

Kandungan Kimia

Pada daun tapak liman ditemukan kandungan epifriedelinol, lupeol, stigmasterol, triacontan-1-ol, dotria-contan-1-ol, lupeol asetat, deoksielephantopin dan isodeoksielephantopin. Bunganya mengandung luteolin-7-glukosida.

Kegunaan

a. Mengobati mencret
Dengan cara menggunakan 30 gram daun segar, kemudian dicuci bersih, direbus dengan 2 gelas air selama 15 menit. Air hasil rebusan diminum 2 kali sehari (pagi dan sore) sebanyak 1/2 gelas.
b. Mengobati hepatitis
Dengan menggunakan 120-180 gram akar segar ditambahkan daging, kemudian direbus dengan air. Air hasil rebusan diminum dan digunakan selama 4-5 hari.
c. Mengobati penyakit beri-beri
Dapat menggunakan 30-60 gram seluruh bagian tanaman, kemudian tambahkan 60-120 gram tahu, lalu ditambah air secukupnya dan ditimkan. Hasil tim dapat dimakan.
d. Mengobati perut kembung
Dengan menggunakan kurang lebih 60 gram batang tapak liman direbus dengan air secukupnya. Hasil dapat diminum 2 kali sehari (pagi dan sore).
e. Mengobati keputihan
Ambil tanaman tapak liman, kemudian ditumbuk halus, setelah itu diperas dan diambil airnya. Air perasan kemudian diminum.
f. Mengobati kekurangan darah
Ambil beberapa lembar daun tapak liman, kemudian diremuk lalu direbus dengan air hingga mendidih, rebusan dibubuhu gula aren atau madu. Hasilny dapat diminum sehari-hari.

Sumber: Direktorat Bina Produksi Hortikultura, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan Hortikultura, 1994

Categories: Uncategorized
  1. Lilis
    January 10, 2011 at 11:03 am | #1

    saya amat suka menanam bunga terutama yang berbunga dengan berbagai warna. Terimakasih atas info kandungan obat pada berbagai bunga yang saya suka. Semoga saya dapat info lebih banyak lagi.

  2. sari
    June 14, 2013 at 10:04 am | #3

    tag bunga kertas dong

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: